MENEJEMEN SEKOLAH
Assalamualaikum warahmatullahi hiwabarakatuh 🙏🏻 hai teman-teman perkenalkan saya Nurul ain akan menjelaskan sekilas tentang MENEJEMEN SEKOLAH.
1. Tujuan pendidikan yang efektif dan efisien adalah tujuan
yang bersifat jelas, mengunakan bahasa-bahasa operasional agar
mudah dipahami, penyusunan program harus menyeluruh dan
saling bersinergi dengan program yang lain sehingga saling
memberi manfaat yang positif.
Manajemen akan dikatakan bagus apabila manajemen
tersebut sejalan dengan konsep dan program yang telah direncanakKitan mencapai keberhasilan lebih dari 95%. Oleh
sebab itu para pimpinan sekolah yang menjabat sebagai manajer
di lingkungan maupun unit masing-masing perlu mengusahakan
manajemen dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah
disepakati bersama. Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen
atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat
dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan.
2.Ruang Kajian Manajemen Sekolah
Untuk mengetahui ruang lingkup Manajemen Sekolah dalam
pendidikan, penulis harus melihat dari 4 sudut pandang, yaitu;
dari sudut obyek garapan, fungsi atau urutan kegiatan, wilayah
kerja, dan pelaksana.
3.Fungsi-Fungsi Menajemen
Fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan
manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling
menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Fungsi-fungsi manajemen diantaranya dibagi
menjadi enam macam fungsi, yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
2.Pengorganisasian (Organizing)
3. Mengerjakan (Actuating)
4. Kepemimpinan (Leadership)
5. Pengawasan (Controlling)
6. Penyusunan (Staffing)
Keenam Fungsi manajemen tersebut akan dapat melihat
kondisi global yang bergulir dan peluang masa depan. Modal ini
akan dapat menjadi pijakan yang kuat untuk mengembangkan
pendidikan khususnya manajemen sekolah. Pada titik inilah
diperlukan berbagai komitmen untuk perbaikan kualitas. Ketika
melihat peluang, dan peluang itu dijadikan modal, kemudian
modal menjadi pijakan untuk mengembangkan pendidikan yang
disertai komitmen yang tinggi, maka secara otomatis akan
terjadi sebuah efek domino (positif) dalam pengelolaan
organisasi, strategi, SDM, pendidikan dan pengajaran, biaya,
serta pengelolaan pendidikan.
Untuk menuju point education change (perubahan
pendidikan) secara menyeluruh, maka manajemen pendidikan
adalah hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan
pendidikan sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
Walaupun masih terdapat institusi pendidikan yang belum
memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan
pendidikannya. Manajemen yang digunakan masih konvensional,
sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan
tertinggal dari modernitas.
Jika manajemen pendidikan sudah tertata dengan baik dan
membumi, niscaya tidak akan lagi terdengar tentang pelayanan
sekolah yang buruk, minimnya profesionalisme tenaga pengajar,
sarana-prasarana tidak memadai, pungutan liar, hingga
kekerasan dalam pendidikan.
Semua itu juga harus didukung oleh kebijakan pendidikan
yang juga mengarah pada perkembangan mandiri di setiap
sekolah.